Sabtu, 31 Januari 2009

Orang Minang = Bangsa Yahudi ?


Orang Minangkabau

keturunan

Bangsa Yahudi????????????????????????????????????

Percaya gak,klo ternyata orang Minang sebenarnya adalah keturunan Yahudi???


Nah…
Gue dapat artikel menarik yang gue dapatkan dari milis interfaith Indonesia
milisnya sendiri klo gue lihat sih seperti dibuat untuk pro Yahudi gitu..
Apalagi artikel yang ditulis umumnya dari pentolan JIL (jaringan Islam Liberal) yang pikirannya cukup nyeleneh…
Makanya gue juga gak terlalu sering meyakini tulisan di milis…
Walaupun Hoax atau tidak..tapi artikel ini cukup menarik untuk disimak apalagi buat kita2 dari suku Minang..
Nah..artikelnya sendiri ditulis oleh Sayheart Bougart dalam bahasa Inggris..
Gue menyempatkan diri untuk mengartikannya dalam bahasa Indonesia..
Mudah2an bisa menjadi bahan analisa bersama.,….

Donwload tulisan asli dalam bahasa Inggris di sini

B'nai Jacob (MInagkabau), The lost Jews Tribe from West Sumatera??


B'nai Jacob (Minangkabau), Suku Yahudi yang hilang dari Sumatera Barat??

Hampir semua orang Minang percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari dataran tinggi di Sumatera yang dipimpin oleh Raja Alexander Agung atau Izkandar Zulkarnain..

Menurut Sejarah Kristen, raja tersebut hidup dari zaman 356 SM sampai 323 SM

Dia juga dikenal sebagai Raja Alexander III dari Macedonia, seorang pemimpin militer yang paling berhasil sepanjang zaman dan dianggap tidak bisa dikalahkan dalam setiap pertempuran. Di zamannya, dia sudah menguasai kebanyakan daerah yang sudah dikenal.

Ayahnya adalah Philip II yang menyatukan kebanyakan kota2 di dataran utama Yunani dalam kepemerintahan Macedonian dalam sebuah Negara federasi yang disebut Persatuan Corinth (League of Corinth)

Raja Alexander menguasai daerah2 termasuk Anatolia,Syria,Phoenicia,Judea,Gaza,Mesir
Bactria,Mesopotamia (Irak),dan dia memperluas batas2 imperiumnya sejauh Punjab,India.

Menurut AlQuran, Zulkarnain juga sempat mengunjungi China dan membantu membangun Tembok Besar China

Alexander menyatukan banyak suku2 asing ke dalam kesatuan tentaranya, yang akhirnya membuat para cendikiawan menganggap dia sebagai seorang Bapak Penyatuan. Dia juga
Mendorong pernikahan antara tentaranya dengan suku2 asing tersebut,dan dia sendiri juga menikahi 2 putri dari suku2 asing tersebut

Daerah paling terpopular yang pernah ia kuasai adalah Alexandria (Mesir) atau dalam bahasa arab Iskandariyah,dinamai sesuai namanya.

Al Quran menyebutkan Raja Alexander dalam beberapa ayat antara lain Al Kahfi 83-89

Diantara tentaranya, ada beberapa suku Yahudi yang ikut yang dikenal sebagai B’nai Jacob (Anak dari Nabi Yakub)

Hari ini,para keturunannya menyebut dirinya sebagai orang Minangkabau, yang didapat dari kata2 generasi mereka sebelumnya “Bainang Ka Yakubu” atau aslinya B’nai Yakub
(sesuai lidah generasi pertama)

Selama kunjungan Alexander ke Asia Timur,Pernikahan besar2an antara tentara Alexander dan suku asli Asia timur terjadi sesuai perintah Alexander,karena China adalah tempat yang sangat damai untuk beristirahat,dan tentu saja,karena raja tidak membawa wanita di dalam tim tentaranya.

Dan hasilnya, pria dari suku Yahudi B’nai Yakub menikah dengan wanita2 dari suku di China dan membawa kebudayaan dari masing2 adat.

Dari Cina, Raja melanjutkan berlayar ke Laut Cina Selatan dan memutari Selat Malaka menuju pantai barat Sumatera

Beberapa keluarga percampuran Yahudi-China tersebut memutuskan untuk menetap, yang lain mengambil rute lain ke India dari jalur Nepal

Ketika mereka sampai diantara pulau Siberut dan dataran utma Sumatera mereka dapat Melihat puncak Gunung Merapi.

Jika anda pergi naik Speedboat dari Pelabuhan Ikan Padang,Muara dan pergi ke Pulau Siberut, sekitar 2 jam setelah meninggalkan pulau utama, dengan cuaca yang baik,anda akan bisa melihat Gunung merapi nun jauh disana. Kelihatan mistik. Sekitar 4 jam dengan boat dari Padang ke Pulau Siberut.

Merapi adalah sebutan sekarang,kata ini diturunkan dari kata “Marave”, bahasa Aram yang berarti “tempat yang paling tinggi”

(ada lagu daerah yang terkenal yang diambil dari cerita kuno yang mengatakan “Sajak
Gunuang Marapi sagadang talua itiak.” Yang berarti “sejak Gunung Merapi sebesar telur itik)

Bahasa Aram adalah bahasa Ibu dari Bahasa Arab dan Ibrani.Bahasa ini dipercaya sebagai bahasa yang dipakai Nabi Ibrahim A.S dan dan tidak diragukan lagi begitu juga dipakai Raja Alexander juga.

Di dekat Gunung Merapi, Raja menemukan tempat yang sesuai untuk mengakhiri perjalanan. Dia meminta tentaranya yang menikah untuk memulai membuat tempat yang lebih permanent.

Dalam istilah kuno orang Minang, Kata yang berarti memulai untuk membuat tempat perlindungan adalah “taruko” yang ternyata berakar dari bahasa Aram “tarukh” atau “tarack” dan bahasa Ibrani.

Alexander kemudian wafat disana dengan damai dan dikuburkan di pemakaman mewah bernama Pariangan (Taman Pharaoh)

Hari ini,pengunjung dapat dengan mudah menemukan kuburan sepanjang 7 meter disana dan itu diyakini sebagai tempat peristirahatan raja (saya pernah mengunjungi tempat itu tapi tidak memiliki kesempatan untuk secara tepat mengukurnya)

Salah satu istri Alexander Boendo Kendon (bahasa Aram yang berarti isteri yang tercinta) melahirnkanseorang anak satun2nya yang bernama Than Kendon (bahasa Aram yang berarti Anak tercinta) atau sekarang lebih dikenal sebagai Dang Tuanku


Sebelum wafat, Alexander mewariskan satu set peraturan yang disebut Tamvo Alam (bahasa Aram yang berarti Kitab Pengakuan”) yang menjelaskan adat2 untuk rakyatnya


(Hari ini,orang Minang masih bersandar kepada buku petunjuk tersebut untuk memecahkan masalah dan kompleksitas yang terjadi di komunitas mereka)

Kitab yang sekarang disebut “tambo” menyebutkan aturan2 tertentu yang sangat tegas
Mengenai matrilinear yang juga sangat umum dipakai oleh bangsa yahudi sekarang

Aturan Matrilinear sekarang disebut sebagai Ad Tho’t,Bahasa aram untuk “kepatuhan” atau Adat.

Adat mengatur bahwa, seluruh barang termasuk harta warisan tidk terbatas hanya tanah saja,rumah dan sawah hanya boleh diberikan kepada wanita saja

Catatan:
Islam datag ke dataran Minangkabau kira2 pada abad ke 13 dang mendapatkan tentangan keras dari Kaum Adat. Ketika Ajaran wahabi datang, pada abad ke 18, sebuah kompromi terjadi antara agama dan adat Minangkabau dan dikenal sebagai Adat Basandi Syara’,Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendi Syariat Islam,Syariat Islam bersendi Al Quran)

Sistem Matrilinear masih menyisakan jejak2nya sampai Sekarang.Bahkan Sheikh Minangkabauwi, seoran ulama kelahiran Sumatera Barat memutuskan untuk menetap dan menjadi imam di masjidil haram di mekkah ketimbang kembali ke kampong halamannya untuk menunjukkan ketidaksukaanya terhadap system yang dia sebut kafir.


Untuk menjaga dan menyakinkan Adat benar2 menjadi pola2 perilaku Kaumnya, raja Alexander menunjuk penasehatnya yang bernama Raphael (Perpatih) dari suku B’nai Yakub dan Tun Gong (Tumenggung) dari suku China

Rafael memimpin dan menjaga kepentingan keluarga Carta (Koto) dan Phillip (Piliang) sedangkan Tun Gong memimpin keluarga Bong Ti (Bodi) dan Chan Yah Goh (Chaniago).

Setelah itu,semua keturunan Perpatih dan Tumenggung dianugrahi gelar “Datuk” yang berasal dari nama “Dan Tuanku” yang meninggal di usianya yang cukup muda

Dilihat dari kesamaan dengan atribut bangsa Yahudi seperti aturan warisan berdasarkan matrilinear dan karakternya yang berbeda dengan rata2 orang Indonesia kebanyakan, Seorang dari suku Minang tidak jarang diprediksikan sebagai “Bngsa Yahudi Indonesia”

Tapi sayang,kerabatnya di Israel mungkin tidak terlalu senang mendapat berita ini karena
Fakta menyebutkan bahwa semua orang Minang adalah umat Muslim

Jakarta 30 February 2009

Sayheart Bougart

Well,elu percaya gak sama artikel di atas?? Klo gue sendiri sih lebih ngerasa klo tulisan ini hoax,ato paling enggak,sebuah konspirasi dengan cara mencocok2an kesamaan2 antara orang Minang dan orang Yahudi.. Coz,Minangkabauan is way too different with Jewish.. And,I’m as Miangkabauan,not proud called The lost Jewish tribe… Nanti gue kasih analisa gue kenapa gue gak percaya sama tulisan di atas.. Ada yang percaya sama tulisan di atas???

17 komentar:

WellDone's Blog mengatakan...

wil, tulisanmu yang tentang minangkabau as the lost jewish tribe.. aku setuju ma kamu. bener2 hoax. kurang ajar banget yang nyebarin. kalopun itu ternyata asli, aku tetep nggak mau percaya. Allah lebih tahu dan aku lebih percaya Allah dibanding sekelompok manusia berpaham picik.

Kang Daus mengatakan...

Ini tulen propaganda...

Dibuat sedemikian rupa dengan menyampaikan 'bukti-bukti' yang digunakan untuk memenuhi hasrat sang propagandis.

Lagi pula, Keturunan Nabi Yaqub tidak pernah dikenal sebagai Bani Yaqub ataupun B'nai Yakub.

Nabi Yaqub a.s bergelar Israil [yang dalam bahasa Aram berarti Yang bergelut dengan Tuhan] karena keperkasaannya yang tak terkalahkan yang bahkan mampu mengalahkan dan menguasai suku terkuat di Jericho. Sehingga keturunan beliau Alaihissalam disebut sebagai Bani Israil.

Muhammad Sayyid bin A Rahman mengatakan...

minangkabau=jews? that's nonsense..

some scholars said that the lost tribe of jews is origin from khurasan..i'm not really sure about dat because i just heard from others..

SAMUYASHA YOUNK mengatakan...

Dear Uda Willy...
menurut saya itu 100% propaganda...

1.dilihat dari segi penulisan bahasa, jelas itu mengagungkan ras yahudi...

2.pemahaman Sayheart Bougart tentang adat minangkabau sangat ragu-ragu dan kaku...
jelas Sayheart Bougart meNGARANG dan menulis artikel yang cocoknya ditujukan untuk membanggakan ras yahudi

3.dari segi sejarah/ranji keturunan, orang minang adalah pedagang gujarat india, orang kamboja dan sebagian kecil orang jepang (karena Sumatera Barat pernah dijajah bangsa Jepang)

4.dari segi adat,budaya dan perilaku. Orang minang (saya tidak bermaksud nepotis walaupun notabene saya asli orang minang.) orang minang dari dulu belajar berdasarkan perilaku alam dan binatang.

5.karena nenek moyang orang minang adalah bangsa arab yang memegang teguh pembelajaran AL-Qur'an. maka peran wanita dalam masyarakat minang boleh dikatakan ditinggikan

6.saya tidak mengerti bahasa ibrani,aram ataupun china. yang pasti saya tidak mau mengerti tentang bahasa yang tidak ingin saya pelajari

7.walaupun ada yang mengejek Orang minang = keturunan yahudi. buktinya adat minang yang menjaga kehormatan, mengutamakan persatuan, mengutamakan musyawarah, memegang tegus prinsip Kitab Al-Qur'an dll masih terasa sampai sekarang...

SALAM... RANG MUDO MINANG
JIKALAU LAI SALAH TAUCEK ITU MURNI SALAH AWAK
JIKALAI LAI BATUA TAUCEK ITU DATANG DARI ALLAH SWT.
CMIIW
*samuyasha_younk@yahoo.com

ASWJ_salafy mengatakan...

wahhaby merupakan agama buatan yahudi untuk mengobrak abrik kesatuan sunni (pengikut 4 madzab yg haq)
lihatlah orang2 minang yahudi ini menjadi penyebar ajaran sesat wahhaby pertama di nusantara

Apria mengatakan...

he he he....kalau mau nulis research nya yang bennerr dan akurat dong...jangan main cocok-cocok kan begitu dari segi bahasa dan dipleset-plesetkan lidahnya,..itu dari tata Bahasa, sebelum rekayasa mendiskreditkan Minang =Yahudi,..tolong pahami dulu adat minang itu sendiri. .dalam tulisan tersebut dari pantai Padang menuju Merapi harus menembus hutan lebat jauh dijalan saja udah pada mati, kedua Keturunan DATUK bukan dari anak Dtk. Perpatih dan Tumangguang tapi POnakannya jadi anak saudara perempuannya, atau anak2 perempuan dari Mande Rubiah dan Bundo Kanduang. Yang lucunya Suku yg ada menurut yg nulis hanya Piliang, Kyoto, Bodi Chaniago,...padahal Klan/suku itu banyak ada Kutianyia, Melayu, Tanjuang, SiKumbang, Baliakmansiang, ....dan lainlain....dan yang super aneh lagi nama Minang Kabau dari B'Nai Ya Kubu jauh sekaliiii...Minangkabau adalah dari kata Kerbau yang menang saat adu kerbau di Pariangan.///aneh bin ajaub lagi Datuk itu berasal dari Dang Tuanku ini yg bikin geli, Dang Tuanku/Adityawarman itu laki-laki Bro, yg bergelar datuk itu bukan keturanan dia langsung tapi Keturunan saudara perempuannya. Datuk itu sebutan untuk Ningrat Bangsa Melayu bukan bangsa Yahudi, atau ada kerajaan Nusantara yg disebut KeDatuan....untuk menyusun konspirasi menarik orang minang jadi yahudi rekayasa kasarnya ketahuan bangett...kalaupun menurut anda begitu...nggak ngaruh tuh ..! Alhamdulillah Islam Pilihan yang sudah Bennar bagi orang Minang...

slamet mengatakan...

Carito Lapao. kalau iyo, siap2lah. serangan yahudi
ix xixixixi

slamet mengatakan...

apo pulo nan ka dibahas tu. nenek moyang adam / hawa juo nyo.

sutaryo mengatakan...

Minangkabau Hebrew Identical Words

Preface

One of the world's largest matriarchies that survives today, Minangkabau, is troubled with ancestral issues which ironically still remain a mystery. Previous findings on archeology and historical evidence are this far insufficient to solve such a big question mark. Some believe that by genealogy and culture Minangkabau roots from Persians while others believe that they came from Mediterranea...

read more:
http://surau.net/hebrew/preface.php

sutaryo mengatakan...

Minangkabau Hebrew Identical Words

One of the world's largest matriarchies that survives today, Minangkabau, is troubled with ancestral issues which ironically still remain a mystery. Previous findings on archeology and historical evidence are this far insufficient to solve such a big question mark. Some believe that by genealogy and culture Minangkabau roots from Persians while others believe that they came from Mediterranea...

read more:
http://surau.net/hebrew/preface.php

Najwan A. Shamad mengatakan...

ada ada saja, Yahudi itu adalah agama yang bersandarkan kepada Yahuda, sedangkan Israel adalah anak keturunan Nabi Yakub, Orang Israel sekarang adalah org yang beragama Yahudi dengn kitab sucinya Taurah yg ditulis oleh pembangkang2 Nabi Musa AS, 800 tahu setelah Nabi Musa wafat....tepatnya disebut Torah Israel, bukan Tauratnya Nabi Musa....

rakyatjelata mengatakan...

hmm yang matrilineal itu agak aneh. tradisi matrilineal yahudi kan kalo ga salah baru ada semenjak masanya herodes yang lahir jauh setelah alexander the great meninggal. sebelumnya yahudi itu patrilineal, karena herodes itu sebenarnya secara patrilineal tidak begitu berhak naik takhta ia pun melakukan trik agar semua silsilah kerajaan dan bangsawan yahudi hancur dengan menggunakan sistem matrilineal jadi ga ada yang tau silsilahnya (sistem matrilineal yahudi kalo ga salah berasal dari kitab tafsir para rabbi yahudi seperti talmud, bukan kitab asli)

CMIIW

sutaryo mengatakan...

Saya kira, kita perlu membedakan antara Hebrew (Ibrani) dengan Jew (Yahudi). Hebrew berasal dari Eber, moyangnya Nabi Ibrahim AS sementara Yahudi berasal dari Yehuda, salah seorang putra Nabi Yakub AS, atau cucunya Ibrahim. Sebagai pembanding silakan cek Minangkabau - Hebrew Identical Words free online di http://www.surau.net/hebrew/index.php semoga bermanfaat. Trims.

Boy Yendra Tamin mengatakan...

Yang nulisnya sepertinya tidak tau sejarah, nama Minagkabau itu sejak kapan sih....artinya taukah yang nulis nama Minangkabau sebelum bernama minangkabau ??? Jadi cocok kata tidaklah sebuah kebenaran, jangan jauh-jauh, ke Yahudi Sono, kata pepaya saja di Minangkabau banyak, ada yang menyebut kalikih, ada yang menyebut asampelo, dan dalam bahasa lain,hati-hati menjustifikasi hanya berpedoman "kata" jadi jangan-jangan yang nulis yang Yahudi.

cerven22 mengatakan...

- Artikel ini benar-benar HOAX dan ngawur habis. Menurut penulis hampir semua orang Minang percaya bahwa nenek adala Iskandar Zulkarnain. Cerita ini terdapat dalam Tambo Minangkabau yang hampir-hampir tidak punya nilai sejarah. Menurut para ahli nilai sejarahnya tidak lebih dari 2 %. Cerita sebagai turunan Iskandar Zulkarnain ini juga diyakini oleh raja-raja Melayu yang merujuk cerita ke Sejarah Melayunya Tun Srilanang. Pada hal raja-raja Minang begitu pun juga raja-raja Melayu berasal / turunan raja-raja Hindu/Budha pra-Islam, yang sama sekali tidak mengenal nama / cerita Iskandar Zulkarnain. Yang kalaupun kenal , pastilah namanya sesuai dengan bahasa/kepercayaan Hindu/Budha. Cerita bahwa raja-raja tsb adalah turunan Iskandar Zulkarnain adalah cerita yang dibikin-bikin untuk menyustifikasi bahwa keluarga pantas untuk dirajakan. Sama dengan mitos Nyai Loro Kidul-nya raja-raja Mataram.
- Alexander yang Agung ( Alexandros O Megas/Alexander the Great) yang penulis menganggapnya sebagai orang Yahudi adalah keliwat ngawur, karena Alexander the Great adalah orang Makedonia/Yunani yang dalam segi etnis dan bahasa sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Yahudi yang Semitik (Afroasiatik). Sedangkan orang-Yunani/Makedonia adalah bangsa/bahasa Indoeropa. Alexander the Great yang penulis menyamakannya dengan Dzulkarnain yang disebut-sebut dalam Al Quran juga tidak tepat, karena Alexander the Great adalah seorang Pagan /Polytheist yang mempercayai dewa-dewa, seperti Zeus, Apollo, Aphrodithe dlsb. Sedangkan Dzulkarnain dalam Al Quran adalah seorang hanif.
- Alexander the Great dalam perjalanan penaklukkannya tidak sampai ke Cina, karena route penaklukkannyha hanya sampai di Utara Pakistan dan India bagian Barat. Jadi tidak ada perkawinan antara Alexander the Great atau pun tentara-tentaranya dengan gadis-gadis Cina.
- Semua kata-kata yang konon berasal dari bahasa Aram, seperti “marave, tarukh, boendo kendon dan lain-lainnya hanyalah omong kosong karena kata-kata tsb tidak ada dalam kamus bhs Aram. Habis itu “pariangan” yang sama dengan bhs Sunda “Parahyangan” atau tempat bersemayamnya hyang-hyang disamakan dengan taman Pharaoh. OMG kok keliwat ngawur.
- Saya kutip (Quote) “Untuk menjaga dan menyakinkan Adat benar2 menjadi pola2 perilaku Kaumnya, raja Alexander menunjuk penasehatnya yang bernama Raphael (Perpatih) dari suku B’nai Yakub dan Tun Gong (Tumenggung) dari suku China” ( Unquote). Ini cerita sama sekali asbun, yang terlalu dibuat-buat. Begitu juga dengan ini yang sama ngawurnya (Quote) Rafael memimpin dan menjaga kepentingan keluarga Carta (Koto) dan Phillip (Piliang) sedangkan Tun Gong memimpin keluarga Bong Ti (Bodi) dan Chan Yah Goh (Chaniago). (Unquote). Cerita yang ngawurnya kabangetan.
- Akhirnya menurut penulis kata “datuk” yang berasal dari Dan Tuanku tidak kurang ngawurnya, karena datuk/dato/datu/ratu adalah istilah asli Malayo Polynesia berarti dituakan dan dimengert oleh semua etnis Malayo Polynesia di seluruh Pasifik.

Beradasarkan tanggapan saya di atas Tulisan Minang Yahudi tsb tidak lain adalah HOAX dan cerita sampah yang ngawur habis.

Andi Pie mengatakan...

Kalaupun orang minang adalah kuteruan dari Yuhudi yang hilang, kenapa rupanya. apa ada yang salah... justru bagus orang yahudi kan bangsa pintar.
Saya orang minang klu pun itu betul ngak masalah... knapa rupanya ????...

MiChi mengatakan...

kl g salah minang kabau t krn menangnya kerbau minang yang kecil dan bertanduk waktu bertarung dgn kerbau jawa jd minangkabau makanya ada daerah siparuik jo si jangek